MASYARAKAT
EKONOMI ASEAN (MEA)
Pesatnya
perkembangan industri dan perdagangan menimbulkan tuntutan masyarakat agar
pemerintah dapat memberikan kepastian hukum dalam dunia usaha. Pemerintah
khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berfungsi sebagai
fasiltator perdagangan harus dapat membuat proses bisnis dan regulasi yang
dapat mengantisipasi perkembangan dalam masyarakat dalam rangka memberikan
pelayanan dan pengawasan yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Dalam
menjalankan tugasnya, DJBC memiliki 4 fungsi, yaitu:
- Melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dan memberantas penyelundupan (Community Protector)
- Melindungi industri di dalam negeri dari masuknya barang-barang impor yang membuat persaingan yang tidak sehat (industrial Assistance)
- Memberikan fasilitas perdagangan dan mendorong kelancaran lalu lintas barang (Trade Facilitator)
- Memungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor secara maksimal untuk kepentingan penerimaan keuangan negara (revenue Collector)
Sebagai
bagian dari Masyarakat Internasional, Indoneisa telah melakukan kerjasama dan
kesepakatan dalam kerangka hubungan Biltaeral, regional, maupun
Multilateral. Sebagaisalah satu bentuk kerjasama regional, Indonesia selaku
salah satu negara anggota ASEAN telah menyepakati dibentuknya Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) yang bertujuan untuk menjadikan ASEAN kawasan yang stabil,
makmur dan kompetitif. Untuk itu Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mengubah wajah
ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas atas barang, jasa, investasi,
tenaga kerja dan aliran modal.
Roadmap
Realisasi MEA
MEA adalah
perwujudan integrasi ekonomi ASEAN dalam artian akan terealisai sitem
perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Perjalanan terbentuknya MEA telah
dilakukan melalui beberapa tahapan pertemuan, yaitu:
- Pada KTT di Kuala Lumpur (Desember 1997) para pemimpin ASEAN memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonmi.
- Pada KTT Bali (Oktober 2003), para pemimpin negara di kawasan ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020
- Selanjutnya, pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (Agustus 2006) di Kuala Lumpur telah menyepakati untuk memajukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan target yang jelas dan jadwal untuk pelaksanaan.
- Pada KTT ASEAN ke -12 (Januari 2007), para pemimpin negara di Kawasan ASEAN menegaskan komitmen mereka yang kuat untuk mempercepat pembentukan MEA pada tahun 2015 yang diusulkan di ASEAN VISI 2020 dan ASEAN Concord II, dan menandatangani Deklarasi Cebu tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015.
Karakterisitik
MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi dari integrasi ekonomi yang dianut dalam
visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota
ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonmi melalui inisiatif ang
ada dan daru dengan batas waktu yang jelas.
Bentuk
kerjasama dalam MEA diantaranya:
- Pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kapasitas
- Pengakuan kualifikasi profesional
- Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan
- Langkah-langkah pembiayaan perdagangan
- Meningkatkan infrastruktur
- Pengmbangan trasnsaksi elektronik melalui e-ASEAN
- Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah
- Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangung Masyarakat Ekonomi ASEAN
Dalam
pelaksanaannya MEA memiliki 4 karakteristik dasar, yaitu:
- Pasar tunggal dan berbasis produksi
- Kawasan ekonomi yang kompetitif
- Wilayah pembangunan ekonomi yang merata
- Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global
Perubahan
setelah berlakunya MEA
1.Prosedur bea cukai lebih sederhana
1.Prosedur bea cukai lebih sederhana
Salah satu
poin utama MEA yaitu free flow of goods, yang berarti tidak ada hambatan
tarif barier, selain itu DJBC juga akan melaksanakan ASEAN Single
Window sehingga akan mempermudah segala proses ekspor impor antar negara
ASEAN. Indonesia sudah mempunyai pengalaman menggunakan sistem ini terbukti
dengan kelancaran proses INSW.
2.Adanya sistem self-certification
2.Adanya sistem self-certification
Ini adalah
sistem yang memungkinkan pengekspor menyatakan keaslian produk mereka sendiri
dan menikmati tarif preferensial di bawah skema ASEAN-FTA (Free Trade Area).
Hal ini disebutkan dalam peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 178/PMK.04/2013 tanggal 9 Desember 2013 tentang pengenaan Taif Bea
Masuk dalam skema ASEAN Trade In Goods Agreement (ATIGA) dengan
menggunakan sistem sertifikasi Mandiri (Self Ceritifation) dan
dijelaskan lebih lanjut dalam peraturaan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor
PER-02/BC/2014 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk Skema ASEAN In
Goods Agreement (ATIGA) dengan menggunakan sistem Sertifikasi
Mandiri (self Certification).
3.Harmonisasi standar produk
3.Harmonisasi standar produk
ASEAN akan
memberlakukan sistem harmonisasi produk industri. Hingga saat ini terdapat 7
jenis prodk yang menjadi prioritas harmonisasi, yaitu:
- Produk karet
- Obat tradisional
- Kosmetik
- Pariwisata
- Sayur dan buah segar
- Udang dan budidaya perikanan
- Ternak
ORGANISASI PBB
PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa)
merupakan suatu Organisasi Internasional yang terdiri dari hampir semua Negara
yang ada di dunia ini. Untuk mendukung kegiatan PBB, organ utama PBB membentuk
berbagai Organisasi-organisasi ataupun badan-badan khusus yang bertugas untuk
menangani isu-isu tertentu. Misalnya, permasalahan pangan yang akan ditangani
oleh FAO (Food and Agriculture Organization), Isu-isu kesehatan yang ditangani
oleh WHO (World Health Organization), Masalah ketenagakerjaan yang akan
ditangani oleh ILO (Internasional Labour Organization) dan lain sebagainya.
Berikut ini
adalah Profil singkat Organisasi-organisasi khusus yang bernaung dalam PBB
(Perserikatan Bangsa-bangsa) :
Food and Agriculture Organization (FAO)
(Organisasi
Pangan dan Pertanian)
Tanggal berdiri : 16 Oktober 1945
Markas : Roma, Italia
Tujuan / tugas : Meningkatkan standar gizi penduduk dunia
Tanggal berdiri : 16 Oktober 1945
Markas : Roma, Italia
Tujuan / tugas : Meningkatkan standar gizi penduduk dunia
International Civil Aviation Organization (ICAO)
(Organisasi
Penerbangan Sipil Internasional)
Tahun berdiri : 1944
Markas : Montreal, Kanada
Tujuan / tugas : Mengembangkan Teknik dan prinsip-prinsip navigasi udara Internasional serta membantu perkembangan perencanaan dan pengembangan angkutan udara internasional untuk memastikan pertumbuhannya terencana dan aman.
Tahun berdiri : 1944
Markas : Montreal, Kanada
Tujuan / tugas : Mengembangkan Teknik dan prinsip-prinsip navigasi udara Internasional serta membantu perkembangan perencanaan dan pengembangan angkutan udara internasional untuk memastikan pertumbuhannya terencana dan aman.
International Atomic Energy Agency (IAEA)
(Badan
Tenaga Atom Internasional)
Tahun berdiri : 1957
Markas : Wina, Austria
Tujuan / tugas : Mengembangkan Atom untuk tujuan damai
Tahun berdiri : 1957
Markas : Wina, Austria
Tujuan / tugas : Mengembangkan Atom untuk tujuan damai
International Fund for Agricultural Development (IFAD)
(Dana
Internasional untuk Pengembangan Pertanian)
Tahun berdiri : 1977
Markas : Roma, Italia
Tujuan / tugas : Menyediakan pendanaan dan menggerakan sumber-sumber pertanian untuk meningkatkan produktivitas agrikultural dan mutu gizi yang lebih baik
Tahun berdiri : 1977
Markas : Roma, Italia
Tujuan / tugas : Menyediakan pendanaan dan menggerakan sumber-sumber pertanian untuk meningkatkan produktivitas agrikultural dan mutu gizi yang lebih baik
International Labour Organization (ILO)
(Organisasi
Buruh Internasional)
Tahun berdiri : 1919
Markas : Jenewa, Swisss
Tujuan / tugas : Mengusahakan keadilan sosial ekonomi dan meningkatkan taraf hidup pekerja (buruh)
Tahun berdiri : 1919
Markas : Jenewa, Swisss
Tujuan / tugas : Mengusahakan keadilan sosial ekonomi dan meningkatkan taraf hidup pekerja (buruh)
International Maritime Organization (IMO)
(Organisasi
Maritim Internasional)
Tahun berdiri : 1948
Markas : London, Inggris
Tujuan / tugas : Mempromosikan kerjasama antar pemerintah dan antar industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan mencegah polusi air laut
Tahun berdiri : 1948
Markas : London, Inggris
Tujuan / tugas : Mempromosikan kerjasama antar pemerintah dan antar industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan mencegah polusi air laut
International Monetary Fund (IMF)
(Dana
Moneter Internasional)
Tahun berdiri : 1945
Markas : Washington DC, Amerika Serikat
Tujuan / tugas : Meningkatkan kerjasama moneter, mengatur sistem finansial global, dan menyediakan pinjaman kepada Negara anggotanya yang mengalami masalah keseimbangan Negara keuangan.
Tahun berdiri : 1945
Markas : Washington DC, Amerika Serikat
Tujuan / tugas : Meningkatkan kerjasama moneter, mengatur sistem finansial global, dan menyediakan pinjaman kepada Negara anggotanya yang mengalami masalah keseimbangan Negara keuangan.
International Telecommunication Union (ITU)
(Uni
Telekomunikasi Internasional)
Tahun berdiri : 1965
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Standarisasi dan pengalokasi Spektrum Radio, memajukan kerjasama internasional dalam penggunaan alat Telekomunikasi.
Tahun berdiri : 1965
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Standarisasi dan pengalokasi Spektrum Radio, memajukan kerjasama internasional dalam penggunaan alat Telekomunikasi.
United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO)
(Organisasi
Pendidikan, Pengetahuan dan Kebudayaan PBB)
Tahun berdiri : 1946
Markas : Paris, Perancis
Tujuan / tugas : Membina kerjasama Internasional di bidang ilmu pengetahuan, Pendidikan dan kebudayaan
Tahun berdiri : 1946
Markas : Paris, Perancis
Tujuan / tugas : Membina kerjasama Internasional di bidang ilmu pengetahuan, Pendidikan dan kebudayaan
United Nations Industrial Development Organization
(UNIDO)
(Organisasi
Pengembangan Industri PBB)
Tahun berdiri : 1967
Markas : Wina, Austria
Tujuan / tugas : Mempercepat perkembangan Industrial di Negara-negara berkembang dan mempromosikan kerjasama industrial Internasional
Tahun berdiri : 1967
Markas : Wina, Austria
Tujuan / tugas : Mempercepat perkembangan Industrial di Negara-negara berkembang dan mempromosikan kerjasama industrial Internasional
Universal Postal Union (UPU)
(Kesatuan
Pos Sedunia)
Tahun berdiri : 1947
Markas : Bern, Swiss
Tujuan / tugas : Mengkordinasi kebijakan Pos antar Negara anggota
Tahun berdiri : 1947
Markas : Bern, Swiss
Tujuan / tugas : Mengkordinasi kebijakan Pos antar Negara anggota
World Health Organization (WHO)
(Organisasi
Kesehatan Dunia)
Tahun berdiri : 1948
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dunia
Tahun berdiri : 1948
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dunia
World Intellectual Property Organization (WIPO)
(Organisasi
Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia)
Tahun berdiri : 1974
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Mendorong kreatifitas dan memperkenalkan perlindungan hak atas kekayaan Intelektual (Hak Cipta) ke seluruh dunia.
Tahun berdiri : 1974
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Mendorong kreatifitas dan memperkenalkan perlindungan hak atas kekayaan Intelektual (Hak Cipta) ke seluruh dunia.
World Meteorological Organization (WMO)
(Organisasi
Meteorologi Dunia)
Tahun berdiri : 1950
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Organisasi yang mengurusi masalah Meteorologi (Iklim dan cuaca), hidrologi dan Geofisika
Tahun berdiri : 1950
Markas : Jenewa, Swiss
Tujuan / tugas : Organisasi yang mengurusi masalah Meteorologi (Iklim dan cuaca), hidrologi dan Geofisika
World Tourism Organization (UNWTO)
(Organisasi
Pariwisata Dunia)
Tahun berdiri : 1974
Markas : Madrid, Spanyol
Tujuan / tugas : Menangani isu-isu kepariwisataan dan membuat peringkat pariwisata Dunia.
Tahun berdiri : 1974
Markas : Madrid, Spanyol
Tujuan / tugas : Menangani isu-isu kepariwisataan dan membuat peringkat pariwisata Dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar